Tampilkan postingan dengan label Catatan pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan pendek. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2011

Pernahkah kau bayangkan.....



Mereka menikmati apa yang seharusnya kita nikmati
Mereka mengambil apa yang seharusnya menjadi hak kita
Hai para koruptor (pengemis yang sesungguhnya)
Pernahkah kau Bayangkan…..
Dalam gelap malam
Kamu pulang dari petualanganmu mencari nafkah
Hari ini sebungkus nasi kau bawa pulang
Membayangkan indahnya makan bersama mereka
Istri dan anakmu sampai teridur menunggu kehadiranmu
Mereka berbaring di atas gelaran tikar lusuh
Istrimu tidur dengan memeluk erat kedua anaknya
Si sulung tidur dengan kepala miring dan menekuk tubuhnya, tangannya diletakkan diantara kedua pahanya
Sementara si bungsu tertidur dengan kedua tangannya memegang perut
Lapar mungkin…..? ?
Karena setelah kepergianmu tadi malam
Tidak sedikitpun perbekalan sekedar untuk mengganjal perut mereka
Sungguh terharu melihat pemandangan di depan matamu
Kakimu melangkah mendekati mereka…
Perlahan kau bangunkan istrimu..
Sambil menggoyangkan tubuhnya , tapi ta’ jua terbangunkan
Mungkin karena terlalu lelah mengasuh anaknya seharian
Kemudian kau bangunkan si sulung….
Tetapi sama tiada respon sedikitpun
Terakhir kau bangunkan si bungsu yang terlihat sangat lapar
Yang tertidur dengan kedua tangannya memegangi perut
Digoyang-goyangkan tubuhnya…..
DEG……..
Betapa kagetnya….
Raga seolah-olah lemah ta’ bertulang
Kau dapati tubuhnya kaku dan dingin
Apa yang terjadiiiii……
Ketika kau memegang kaki istrimu
Kau dapati pula keadaan yang sama seperti si bungsu
Saat itu mata mulai berkaca
Titik-titik air keluar dari sudut matamu
Tak cukup puas melampiaskan kesedihan itu
Kaupun teriak……. Ya rabb…….
Titik air mata membanjiri wajahmu
Jiwa dan raga mereka tlah terpisah
Mereka meninggalkanmu untuk selamanya……***
Sadar ataupun tidak sadar, keadaan di atas nyata keberadaannya disekeliling kita
Ketika keadilan diabaikan
Mereka yang berkuasa semakin memuncak dengan tahta yang mereka dapat
Akankah semua penderitaan rakyat berakhir???
Saya katakan “PASTI”…..!!!!
Tugas kita saat ini berjuang untuk menegakkan aturan yang benar…

Selasa, 28 Juni 2011

Sekeping Cerita


Dahulu dengan lincahnya aku menarik perhatian setiap laki-laki dihadapanku
Gayaku yang cuek, acuh tak acuh itulah daya tarikku di mata para lelaki
Semakin sulit mereka memasuki ruang hatiku
Semakin membuat mereka penasaran untuk memikat hatiku
Berbagai cara mereka lakukan…
Sok manis…..
Sok baik…..
Sok soleh…..
Di hadapanku
Namun… nothing
Inilah aku, tetap konsisten dengan gayaku
Bahkan sampai detik ini aku masih menjaga konsistensi itu
Sedikit celah yang berubah seiring dengan perputaran waktu
Celah dimana itulah titik pusat sebuah konsistensi hakiki
Cuekku masih ada,
Acuh tak acuhkupun masih terpelihara
Namun bukan lagi untuk gaya dan menarik perhatian para lelaki,,
Tetapi karena itulah perintah tuhanku
Untuk menjaga pandanganku dari setiap lelaki yang bukan mukhrim
Jadi apabila kalian melihatku sepeerti itu,
Itulah caraku mengikuti Rabb ku…
Bukan wujud kebencianku kepadamu>>>

Ketika Jiwa Tertidur

Jiwa adalah tombak utama untuk melangkah
Jiwa adalah pusat koordinasi sebuah pilihan
Tak ada jiwa berarti “MATI”
Kemana jiwa kan kita bawa
Kemana jiwa akan berlabuh
Kitalah penentunya…
Seseorang yang hidup kondisi jiwa tertidur
Celakalah dia…!!!
Ada potensi diabaikan..
Ada petunjuk disia-siakan..
Ada perintah diacuhkan..
Namun suatu ketika…..
Goda setan datang, dengan suka dia jalankan…
Berbagai alasan dia luncurkan
Sebagai pembelaan bahwa dia sedang dalam kebenaran..
Na’udzubillah….
Itulah jiwa-jiwa yang tertidur

Terapi untuk membangunkan jiwa yang tidur
v  Tetap melakukan amal soleh
v  Menjauhkan diri dari maksiat
v  Menjaga kesucian diri
v  Serta tunduk patuh pada perintah Rabb_Nya….