Entah hari dan tanggal berapa peristiwa ini terjadi. Yang kuingat hanyalah pagi itu hujan begitu deras. Petir menyambar dengan dahsyatnya. Saat itu aku masi duduk di bangku SD. Pada hari itu aku tidak masuk sekolah, bukan karena hujan tetapi saat itu memang hari libur. Yang ku ingat ketika itukami sekeluarga berkumpul diruang tengah, disanalah tempat favorit kami, tempat itu kami sebut ruang rindu.. (letto banget). Kenapa disebut ruang rindu, karena disanalah ruang utama keluarg kami untuk mencurahkan kerinduan.. ketika aku pulang dari sebuah kota yang ku diami sekarang sebut saja namanya Bandung seesampainya di rumah kami berkumpul di ruang tersebut, saling bercerita serta canda tawa mengalir di sana.
Lanjut dehh….. pagi itu kami berkumpul di ruang tengah, ayah dan ibu bersenda gurau berdua, sementara aku dan adikku saling melempar bantal (main-main, ma’lum masih kecil). Permainan kami ta’ kalah serunya dengan teriakkan petir di luar sana. Di tengah asyik-asyiknya permainan kami tiba-tiba di luar terdengar suara seseorang mengetuk pintu…. Tok…tok…tok… aku dan adikku berhenti sejenak dalam permainan, akku bergegas menghampiri daun pintu dan membukanya. Setelah ku bukaternyata tetanggaku berkumpul di depan pintu, sambil menunjukkan kejadian alam yang mencengangkan…. Innalillahi wa inna ilaihi raaji;un….. ku lihat pemandangan pegunungan yang berdiri kokoh di depan rumahku keropos… seperti ada yangmenggaruk bagian kaki gunung itu. Subhanallah.. ku lihat dengan mata kepalaku saat itu pepohonan yang rindang di kaki gunung turun dengan perlahan seperti ada yang mendorong dari atas.
Pegunungan yang awalnya hijau dan rindang oleh pepohonan yang ku lihat saat itu hanyalah lumpur (tanah liat bercampur air hujan). Sawah-sawah di depan rumahku yang membentang bagai permadani hijau, saat itu tertimbun oleh lumpur dari tanah longsor… ta’ pikir panjang saat itu kami bergegas mencari tempat yang aman dirumah-rumah tetangga.. sedikit gambar beberapa desa yang mengalami tanah longsor saat itu...
setelah beberapa saat kemudian dan waktu itu hujan pun sudah mulai reda, aku berjalan-jalan menyusuri desa….. suhanallah ternyata kulihat di tempat lain mengalami hal yang sama dengan pegunungan yang di depan rumahku. Dataran tinggi saat itu runtuh seperti ada raksasa yang menginjak-injak dari atas. Aku hanya bias mengelus dada dan menghela nafas panjang…. Begitu besar kekuasaan Allah…. Dalam waktu sekejap dapat meratakan dataran tinggi di beberapa tempat di desaku….. ****
sumber gambar: tangis dan harian
Lanjut dehh….. pagi itu kami berkumpul di ruang tengah, ayah dan ibu bersenda gurau berdua, sementara aku dan adikku saling melempar bantal (main-main, ma’lum masih kecil). Permainan kami ta’ kalah serunya dengan teriakkan petir di luar sana. Di tengah asyik-asyiknya permainan kami tiba-tiba di luar terdengar suara seseorang mengetuk pintu…. Tok…tok…tok… aku dan adikku berhenti sejenak dalam permainan, akku bergegas menghampiri daun pintu dan membukanya. Setelah ku bukaternyata tetanggaku berkumpul di depan pintu, sambil menunjukkan kejadian alam yang mencengangkan…. Innalillahi wa inna ilaihi raaji;un….. ku lihat pemandangan pegunungan yang berdiri kokoh di depan rumahku keropos… seperti ada yangmenggaruk bagian kaki gunung itu. Subhanallah.. ku lihat dengan mata kepalaku saat itu pepohonan yang rindang di kaki gunung turun dengan perlahan seperti ada yang mendorong dari atas.
Pegunungan yang awalnya hijau dan rindang oleh pepohonan yang ku lihat saat itu hanyalah lumpur (tanah liat bercampur air hujan). Sawah-sawah di depan rumahku yang membentang bagai permadani hijau, saat itu tertimbun oleh lumpur dari tanah longsor… ta’ pikir panjang saat itu kami bergegas mencari tempat yang aman dirumah-rumah tetangga.. sedikit gambar beberapa desa yang mengalami tanah longsor saat itu...
setelah beberapa saat kemudian dan waktu itu hujan pun sudah mulai reda, aku berjalan-jalan menyusuri desa….. suhanallah ternyata kulihat di tempat lain mengalami hal yang sama dengan pegunungan yang di depan rumahku. Dataran tinggi saat itu runtuh seperti ada raksasa yang menginjak-injak dari atas. Aku hanya bias mengelus dada dan menghela nafas panjang…. Begitu besar kekuasaan Allah…. Dalam waktu sekejap dapat meratakan dataran tinggi di beberapa tempat di desaku….. ****


Tidak ada komentar:
Posting Komentar