Rabu, 06 Juli 2011

cinta semu namun abadi



Pertunangan ini ditentukan sejak ajali
Untuk sebuah masa di ujung hidup nanti
Berlangsungnya perkawinan dengan maut
Tamu bertandang menghadiahkan isak tangis
Pengantin dimandikan dipakaikan baju cantik putih
Wangian gaharu dan cendana
Keranda jadi pelamin
Pengantin bersanding sendirian diarak
Keliling kampung berkumandangkan azan
Akadnya bacaan talqin
Berwalikan liang lahat
Berhiaskan rumput ilalang dan bunga kamboja
Tiba masa pengantin menuggu sendiri
Malam pertama bersama kekasih
Dikamar berselimutkan tanah
Dia menuntut “sucikah kita tatkala berpadu”
Pernahkah tobat sepanjang hayat
Atau terkubur bersama dosa-dosa
Dan dia kekasih itu
Menetapkanmu di surge…
Atau melemparkanmu ke neraka…
image : http://zana1830.blogdrive.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar